Abah Aos Khawatir Muridnnya Tidak Bersyukur.

Diriwayatkan dari salah seorang ikhwan. Dan sudah diverifikasi kebenarnnya langsung kepada Abah Aos.

Suatu saat si ikhwan seja silaturahim ke Sir Narasa Panjalu ciamis ke kediaman sang Guru Agung, yaitu pangersa tuan Seyikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Alqodiri annaqsabandi. Q.S (Abah Aos)

Ketika sampai di sana tepat di mulut pintu madrasah. Nampak beliau Tuan Seyikh sedang bercucuran air mata menangis dengan sangatnya. Sehingga si ikhwan pun tidak berani masuk dan balik kanan pilang.
Setelah beberapa waktu si ikhwan bertanya tentang kejadian itu kepada Abah Aos.

Kemudian Abah Aos menjawab.
"Tadz Abah mah saeutik ge teu hariwang ku keluarga. Pamajikan, anak jeung incu. Abah mah hariwang ku ikhwan ikhwan sok sieun teu bisa syukur. Apan lawan syukur teh kufur"
Artinya : Tadz Abah itu sedikitpun tidak khawatir tentang keadaan keluarga. Baik anak istri atau cucu. Abah itu khawatir ikhwan tidak bersyurkur. Bukannya lawannya syukur itu kufur.

Kemudian ikhwan itu bertanya maksud dari sabda itu dalam hatinya. Lalu Abah menjelasakan.

Bahwa kita itu harus berayukur atas segala yang telah diberikan Alloh. Khusunya syukur atas wasilah. Atas prantara segala sesuatu. Perantara seseorang. Dicontohkan bahwa dahulu khidmah Abah kepada guru agung Abah Anom. Beliau setiap kali manaqib selalu tabur (membagi uang kepada) anak dan cucu putu mantu Abah Anom. Bukan untuk mereka khakekatnya ya untuk Abah Aos sendiri.
Contonhnya lagi. Misal si ikhwan itu bisa kenal tassowuf karena seaeorang yang bernama Rudi. Maka si ihwan harus selalu bersyukur kepada si rudi. Misal suatu saat ada rejeki maka haruslah berbagi dengan si rudi. Kalau ada apa apa haruslah verivikasi kepada si rudi. Itulah bentuk sukur. Karena tassowuf itu adalah adab etika terhadap manusia dan kepada Alloh.
Syukur tidak hanya dengan uang syukur bisa saja dengan ucapan . Terima kasih misalnya.
Ada ucapan dari guru agung Abah Aos. "Tadz terima kasih telah memperkenalkan ci pulan hingga akhirnya sekarang abah sering di siarkan di streaming di internet. Tadz terima kasih telah memperkenalkan ci pulan hingga dulu abah ke mana mana sering di kawal. Bahkan orang bilang abah mah punya buser"

Jika melihat itu. Seorang guru agung saja tidak malu untuk mengucapkan terima kasih kepada seorang murid/ikhwan atas segala nikmat yang telah diberikan Alloh melalui wasilah seseorang.

Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari sepenggal kisah di atas.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Abah Aos Khawatir Muridnnya Tidak Bersyukur."

Post a Comment