lbu Tieneke yang baik,
Saya adalah seorang istri. Kami telah menikah lebih kurang
dua tahun. Sementara ini
kami belum dikarunai
anak. Sebelum menikah saya adalah seorang perempuan yang aktif.
Saya bekerja dan berbisnis,
malah bisa dikatakan sukses. Setelah saya menikah saya melakukan bisnis
dari rumah saja. Suami saya tidak bekerja. Jadi semua kebutuhan sayalah yang memenuhinya.
Yang menjadi masalah adalah bahwa suami saya sangat pencemburu. Saya merasa sangat terkekang. Sebetulnya banyak sekali yang dapat saya lakukan. Saya bisa bekerja, berbisnis dan lain lain.
Tetapi suami tidak mengijinkan. Ke luar
rumah pun saya dilarang. Kalau saya keluar karena perlu
mencari uang, maka setiap lima
menit suami pasti menelepon saya. Kan
capek! Kalau saya pergi bersama teman
binis perempuan, saya jadi malu.
Terkadang jika sms tidak terjawab
karena sibuk atau tidak terdengar, suami marah besar. Saya
dicaci makinya. Dia menyatakan barangkali saya ketemu orang laki-laki lain. Telepon genggam saya diperiksa, selalu
curiga. Kalau berbisnis, tentulah
dengan lelaki atau perempuan.
Saya sekarang sudah
jenuh, kami sering bertengkar. Masalah semakin
rumit karena saya ditipu
oleh teman bisnis saya. Rupanya teman bisnis saya itu ingin cepat kaya. Maka dia tergoda
rnenjadi menjadi pengedar
narkoba dan sekarang dipenjara.
Uang saya banyak sekali ada padanya. Jadi
tidak dapat lagi diminta. Saya jadi
bangkrut.
Jika saja suami
tidak pencemburu dan egoistis
seperti
sekarang ini. Saya
pasti sanggup mencari nafkah.
Kendalanya saya tidak boleh keluar. Saya jadi frustasi bu.
Bukan itu saja, suami saya selalu marah-marah dan menuduh
saya ingin bebas. Jadi bagaimana
harus hidup.
Oh iya ibu
Tieneke, ayah suami juga seperti suami saya,
malah lebih parah lagi.
Ayah mertua sangat mengekang dan menekan ibunya. Malah sampai memukul.
Kasihan sekali ibu
mertua saya itu.
Tapi mereka tidak bercerai tetap
bertahan sampai sekarang.
Apakah ada pengaruh
faktor turunan untuk seseorang
bertingkah laku kasar,
melecehkan dan menekan istri? Tolonglah
saya diberi petunjuk agar
saya dapat mengatasinya.
Terimakasih banyak ibu Tieneke.
lbu R Jakarta
lbu Kyang baik,
Wah, kasihan sekali /bu K karena mengalami keadaan yang
dapat kita sebut KORT(Kekerasan Do/am Rumah Tangga). Memang bukan fisik tetapi
batin.
lbu K, kalau mengenai
kekerasan yang di/akukan o/eh
suami Anda, sebetulnya Jebih banyak meniru ayahnya yaitu bagaimana ayahnya memper/akukan
ibunya. Jodi suami Anda mengira,
begitulah seorang suami harus
bertindak. Sebabmenurut anak, apa yang dilakukan a/eh orang banyak, itulah yang
baik. lni juga jalan pintos, apalagi kalau suami kurang be/ajar
mengenaipenghidupan, bagaimana Jayaknya perilaku seorang suami terhadap isterinya.
Be/ajar mengenai kemanusiaan,bagaimana seseorangmenjadi seorangmanusia yang
baik. Be/ajar soling menghormati, soling percaya, tidak egois, adil don
berempatiyaitu menjadiseorangmanusia yang berhati nuranilah.
Suami Anda sebenarnya ado/ah seorang yang kurang percaya diri. Dia merasa bahwa tidak
dapat bersama dengan rekan-rekan Anda sehingga ketakutan saja ka/au mereka
/ebih baik.
Kecemburuansuami anda do/ah cemburu buta, yang sudah tidak
sehat. Sebagai seorang istri, perlahan-iahan anda mesti inendidik suami agar
dapat ber/aku /ebih wajar, /ebih dewasa, menjadi seorang suami yang bertanggung
jawab terhadap keluarganya.
Penghidupan keluarga harus
suamilah yang menanggung.
Kelihatannya suami anda kurang memiliki pengetahuan mengenai
itu. Dia sangat cinta
kepada Anda don takut kehilangan Anda. Jadi Anda harus tegas. Katakan bahwa
suami harus memberi nafkah, doronglah atau ajaklah suami untuk bekerja. Ka/au
dia sudah mendapatkan penghasilan, ia
akan menjadi senang sehingga timbul percaya diri. Berilah penghargaan
kepadanya.
Dan lagi /bu K, manusia
banyak kebutuhannya. Se/ain untuk kebutuhan pokok seperti sandang,
pangan don papan, juga kebutuhan untuk mengembangkan diri dan kebutuhan
bersosialisasi. Orangjuga harus aktualisasi diri. Jugo menjalan hobby-hobbynya.
Begitu/ah agar terjadi kebahagiaan do/am hidup. Pupuk/ah rasa cinta kasih dan
tolong menolong dalam keluarga. Mudah-mudahan
suami Anda dapat mengerti don
berkembang. Soya ikut mendoakan.

0 Response to "lbu Tieneke yang baik,"
Post a Comment