Peta jalan ke sorga yang ke dua
Analogi ini kelihatannya benar, tidak mungkin
satu orang membawa dua kendaraan sekaligus untuk
mencapai satu tujuan. Akan tetapi saya kurang setuju
dengan analogi yang dipakai. Menurut saya ajaran
agama bukan kendaraan menuju ke surga, tapi lebilh
tepat sebagai peta jalan menuju ke surga. Dan
kendaraan ke surganya adalah laku spiritual yang
dijalankan atau dijalani oleh sescorang.
Orang yang tidak punya peta jalan dapat
mencapai tujuan asal mempunyai kendaraan. Tap
tanpa kendaraan tidak dapat mencapai tujuan
walaupun punya peta jalannya.
Jadi yang membawa manusia ke surga bukan
agama, melainkan prilaku dan perbuatannya, laku
spiritual yang dijalani dengan baik dan benar itulah
yang membawa manusia ke surga.
Petikan cerita perjalanan arwah dari nenek saya
dan juga arwah Bang Dullah yang saya kutip dari
buku ke-4 dengan judul Mengintip Perjalanan
Arwah di bawah ini dapat memperjelas bahwa ken-
daraan menuju ke surga adalah prilaku / perbuatan.,
bukan agamanya.
Nenek saya adalah anak pertama kakek buyut
saya. Sangat disayang dan tidak tersentuh ajaran
agama apapun. Tetapi nenek sejak masih muda selalu
rajin berdoa dan sembahyang, menghadap ke langit
memohon kehadirat alam semesta atau Tuhan yang
disebut juga sebagai Tuhan-nya umat Kong Hu Cu
Hatinya yang bersih penuh rasa kasih, penuh
kepedulian, kebajikan, menjalani kehidupannya
21
0 Response to "Peta jalan ke sorga yang ke dua"
Post a Comment