Dialog Budaya “Mendorong Tumbuhnya Film Bermuatan Budaya Lokal, dengan Film Ambu sebagai Studi Kasus



_Term of Reference (ToR)_

*Dialog Budaya “Mendorong Tumbuhnya Film Bermuatan Budaya Lokal, dengan Film Ambu sebagai Studi Kasus”*

Bagi penggiat budaya lokal, munculnya film-film berbahasa daerah atau film yang mengusung budaya lokal tentulah sangat menggembirakan. Kegembiraan ini bukan saja karena ada insan perfilman yang berani dan bersungguh-sungguh ingin menggali kembali budaya lokal sebagai kekayaan budaya nasional, tetapi juga film-film tersebut diterima oleh masyarakat. Terbukti beberapa film bermuatan budaya lokal – atau disebut juga film-film etnik – laku di bioskop.

Tumbuhnya film yang mengusung kearifan lokal sebagai semangat, visi, maupun visualisasinya perlu terus didorong agar kualitas maupun kuantitasnya terus membaik. Kenyataan bahwa film-film seperti “Yowis Ben”, “Ambu”, dan lain-lain laku di pasar film, merupakan fenomena yang menarik. Tentu ada dua kutub yang mesti dipertemukan, di satu sisi film ini mengusung idealisme, di sisi lain harus suskses secara bisnis dan menarik minat penonton. Ada semacam perpadua antara bisnis dan idealisme yang membutuhkan kreativitas dan inovasi.

Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS) merasa berkepentingan untuk ikut mendorong tumbuhnya film-film bermuatan budaya lokal seperti film “Ambu” yang baru-baru ini tayang di bioskop. LBSS memandang tumbuhnya film-film seperti ini juga bisa jadi media penyeimbang terhadap derasnya film-film asing yang didukung modal yang lebih besar. Dalam konteks budaya, perlawanan sekecil apapun harus dilakukan ketimbang kita mati kutu ditanah sendiri. Namun LBSS memandang, resistensi tidak melulu dilakukan secara konfrontatif. Resistensi juga bisa dilakukan dengan kolaboratif. Kolaborasi bukan hanya diperlukan untuk menyerap teknologi dan strategi pemodal besar, tetapi juga diperlukan untuk menggali potensi-potensi lokal yang memiliki harga jual.

Atas dasar pemikiran inilah, LBSS akan melangsungkan dialog budaya bertema “Mendorong Tumbuhnya Film Bermuatan Budaya Lokal dengan Film ‘Ambu’ sebagai Studi Kasus”. Pada dialog ini, LBSS akan mengundang sineas film Ambu, pemerhati film dari Lembaga Sensor Film (LSF), Forum Film Bandung (FFB), seniman dan pemerhati budaya lokal, dan tokoh-tokoh Jawa Barat.

Bandung, 20 Mei 2019
*Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS)*

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dialog Budaya “Mendorong Tumbuhnya Film Bermuatan Budaya Lokal, dengan Film Ambu sebagai Studi Kasus"

Post a Comment