KANKER DAN IKHTIAR PENYEMBUHANNYA (Dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc)
KANKER DAN IKHTIAR PENYEMBUHANNYA
(Dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc)
Angka kejadian kanker saat ini sungguh sangat mengerikan. Di dunia insidens (angka kejadian baru) kanker dari sejak 1970 hingga 2016 meningkat sebesar 126 persen. Saat ini 1 dari 8 wanita mengalami Kanker Payudara. Angka yang sama terjadi pada pria dengan kanker Prostat.
Diperkirakan jumlah kematian akibat kanker tahun 2020 akan jauh melampaui penyebab kematian akibat penyakit Jantung (Winters & Kelley, 2017).
Kanker bukanlah penyakit. Fakta ini telah dinyatakan oleh para Dokter sejak 3000 tahun Sebelum Masehi. Sampai dengan saat ini pendekatan kedokteran Barat (Modern) belum pernah mencapai tujuannya dalam menyembuhkan Kanker.
Mengapa? Karena metode Kedokteran Modern hanya mengacu kepada perlakuan kanker sebagai penyakit dengan pendekatan mekanistis. Dan kanker, demikian juga dengan 5 Maladies lainnya, bukanlah penyakit yang bisa didekati secara mekanistis belaka.
Hippocrates, Bapak Kedokteran, sejak 2400 tahun yang lalu, telah memberikan warisan dalam kalimatnya yang mengiang dan menggaung hingga kini : “Let FOOD be thy medicine, and medicine be thy FOOD”.
Kalimat tersebut yang menginspirasi saya dalam bukunya, NUTRISI SURGAWI, yang berbasis Holy-based evidence (Bukti berbasis Kitab Suci), Science-Based Evidence ( Bukti berbasis ilmiah), dan Experience-Based Evidence (Bukti berbasis praktik), bahwa tubuh manusia, yang diciptakan dari saripati tanah, yang dibawa oleh tetumbuhan dari Kebun Surgawi. Simbol surgawi tetumbuhan yang tumbuh di bumi yang beraneka ragam warna. Tubuh manusia adalah 7 Colors Garden.
Tubuh manusia yang sempurna yang ketika mengalami kerusakan ekstream dalam bentuk Kanker, harus dikembalikan lagi kepada taraf sempurnanya. Di sinilah peran sentral, bagaimana FOOD menjadi WONDERFUL HEALERS OF HEALERS. Berasal dari mana sumber yang menyembuhkan? Hendaknya tubuh dikembalikan kepada asalinya, bahan pembentuk hakikinya, yaitu saripati Kebun Surgawi.
Pada tanggal 11 Mei 2019 nanti, dalam workshop “Optimalisasi Nutrisi Anti Kanker Saat Puasa Ramadhan” akan disampaikan rangkaian metode berbasis NUTRISI SURGAWI, bagaimana tubuh manusia bersama dengan kekuatan spiritual dan alam semesta, akan menjadi alat Allah swt bagi ikhtiar kesembuhan bagi Kanker. Pendekatan yang personalized, presision, bersumberkan Kitab Suci dan bukti ilmiah derajat tinggi dari berbagai riset sahih dan mutakhir, dengan ratusan pengalaman yang terkompilasi dengan baik, dijabarkan secara integratif dan komprehensif.
(Dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc)
Angka kejadian kanker saat ini sungguh sangat mengerikan. Di dunia insidens (angka kejadian baru) kanker dari sejak 1970 hingga 2016 meningkat sebesar 126 persen. Saat ini 1 dari 8 wanita mengalami Kanker Payudara. Angka yang sama terjadi pada pria dengan kanker Prostat.
Diperkirakan jumlah kematian akibat kanker tahun 2020 akan jauh melampaui penyebab kematian akibat penyakit Jantung (Winters & Kelley, 2017).
Kanker bukanlah penyakit. Fakta ini telah dinyatakan oleh para Dokter sejak 3000 tahun Sebelum Masehi. Sampai dengan saat ini pendekatan kedokteran Barat (Modern) belum pernah mencapai tujuannya dalam menyembuhkan Kanker.
Mengapa? Karena metode Kedokteran Modern hanya mengacu kepada perlakuan kanker sebagai penyakit dengan pendekatan mekanistis. Dan kanker, demikian juga dengan 5 Maladies lainnya, bukanlah penyakit yang bisa didekati secara mekanistis belaka.
Hippocrates, Bapak Kedokteran, sejak 2400 tahun yang lalu, telah memberikan warisan dalam kalimatnya yang mengiang dan menggaung hingga kini : “Let FOOD be thy medicine, and medicine be thy FOOD”.
Kalimat tersebut yang menginspirasi saya dalam bukunya, NUTRISI SURGAWI, yang berbasis Holy-based evidence (Bukti berbasis Kitab Suci), Science-Based Evidence ( Bukti berbasis ilmiah), dan Experience-Based Evidence (Bukti berbasis praktik), bahwa tubuh manusia, yang diciptakan dari saripati tanah, yang dibawa oleh tetumbuhan dari Kebun Surgawi. Simbol surgawi tetumbuhan yang tumbuh di bumi yang beraneka ragam warna. Tubuh manusia adalah 7 Colors Garden.
Tubuh manusia yang sempurna yang ketika mengalami kerusakan ekstream dalam bentuk Kanker, harus dikembalikan lagi kepada taraf sempurnanya. Di sinilah peran sentral, bagaimana FOOD menjadi WONDERFUL HEALERS OF HEALERS. Berasal dari mana sumber yang menyembuhkan? Hendaknya tubuh dikembalikan kepada asalinya, bahan pembentuk hakikinya, yaitu saripati Kebun Surgawi.
Pada tanggal 11 Mei 2019 nanti, dalam workshop “Optimalisasi Nutrisi Anti Kanker Saat Puasa Ramadhan” akan disampaikan rangkaian metode berbasis NUTRISI SURGAWI, bagaimana tubuh manusia bersama dengan kekuatan spiritual dan alam semesta, akan menjadi alat Allah swt bagi ikhtiar kesembuhan bagi Kanker. Pendekatan yang personalized, presision, bersumberkan Kitab Suci dan bukti ilmiah derajat tinggi dari berbagai riset sahih dan mutakhir, dengan ratusan pengalaman yang terkompilasi dengan baik, dijabarkan secara integratif dan komprehensif.

0 Response to "KANKER DAN IKHTIAR PENYEMBUHANNYA (Dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc) "
Post a Comment