Tepuk PPK
Tepuk PPK
Oleh Widianingsih, M.Ag
Tahun lalu, saat guru-guru kami pertama kalinya ikut pelatihan kurikulum 2013, menyampaikan bahwa mereka mendapatkan materi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
Mereka diberikan bekal Tepuk PPK, seperti ini kira-kira tepuknya:
Tepuk PPK
prok prok prok (tepuk tangan)
RELIGIUS
prok prok prok
NASIONALIS
prok prok prok
MANDIRI
prok prok prok
GOTONG ROYONG
prok prok prok
INTEGRITAS
Saat tim pelatih K13 datang berkunjung ke sekolah kami untuk memantau dan memastikan apakah hasil pelatihan itu diterapkan atau tidak. Beliau-beliau begitu terpukau, bahkan sejak anak sangat kecil, anak berkebutuhan khusus apalagi anak normal mengimplementasikan utuh Gerakan PPK ini.
"Didieu mah PPK teh dilaksanakeun, lain saukur tepuk-tepuk wungkul (disini mah PPK dilaksanakan, bukan sekedar tepuk-tepuk saja)", Ujar Tim Pemantau.
Ya, Alhamdulillah sejak anak datang sampai pulang, karena kami sekolah Islam, mengimplementasikan ajaran Islam, Bukan hanya urusan Ibadah nya saja tetapi kami berupaya membangun anak melalui daily routine dan membiasakan bagaimana cara hidup orang Islam. Ini Karakter Religius dalam PPK.
Karakter Nasionalis diimplementasikan bukan hanya dengan Upacara Bendera di sekolah kami. Tapi dimulai dengan bagaimana membangun kemampuan berbahasa anak, berinteraksi menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Karakter Mandiri pun sama, dibangun sejak anak datang sampai pulang, mulai dari murid toddler sudah dibangun kemandirian. Semua anak harus mandiri sejak dini, mulai dari hal yang kecil, makan sendiri, pakai baju sendiri, bawa tas sendiri, simpan sepatu dan alat main sendiri, guru membantu sekedarnya saja bukan karena guru tak sayang.
Karakter Gotong Royong ini pun dibangun dalam setiap kegiatan. Anak dibiasakan kerja tim, bersinergi dan berkolaborasi bukan kompetisi. Anak harus mampu menghargai kebinekaan dan perbedaan (Inklusif), Sayang teman, saling tolong menolong, empati dan peduli lingkungan.
Karekter berikutnya adalah Integritas yakni orang yang amanah, dapat dipercaya dalam perkataan, perbuatan dan pekerjaan. Anak-anak sedini mungkin dibangun agar memiliki sikap jujur, tanggung jawab, kerja tuntas. Apa-apa izin, setelah main membereskan mainan ke tempat semula, bicara sesuai fakta, menyelesaikan masalah dengan bicara.
Nah, sekarang jelas ya, Sekolah Kami melaksanakan program yang sudah dicanangkan Pemerintah.
Insya Alloh bukan sekedar tepuk-tepukan, namun membangun karakter anak melalui program kegiatan yang bermakna. Sedini mungkin, sejak anak datang ke sekolah hingga anak pulang ke rumah.
Bahkan ini semua sudah kami lakukan jauh sebelum guru mendapat pelatihan GPPK.
#Foto Anak kelompok A sedang mengimplementasikan karakter Nasionalis, menghargai dan menjaga budaya sunda, main tradisional cingciripit

0 Response to "Tepuk PPK"
Post a Comment