DI KISAH DOKTER
pertama yang ditawarkan
adalah identifikasi DNA
(deoxyribonucleic acid). DNA adalah
rantai informasi genetik yang
diturunkan. DNA inti mengandung
informasi dari orangtua. Persoalan kedua diatasi dengan mengembangkan metode pengumpulan dan
pemeriksaan serpihan tubuh berbasis
prediksi trajektori ledakan born
dan posisi pelaku, dan sisa bercak darah. Sebagai orang yang
paling dekat dengan born,
serpihan pelaku akan terlontar lebih
jauh dibanding serpihan korban. Semua itu dikumpulkan dan diteliti
dengan menggunakan DNA Metokonria. karena DNA metokonria itu kecil dan
jumlahnya banyak sekali sehingga kita
masih punya harapan untuk meneliti satu
atau dua sisa jaringan
mayat yang terbakar. Teori
yang dikembangkan Herawati bersama tim Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri. ternyata betul.Jaringan tubuh yang
berasaldari tempat-tempatterjauh
memiliki profil DNA yang sama. Hasil
ini kemudian dibandingkan
dengan profil DNA keluarga dekat yang dicurigai. Ku rang dari
waktu yang ditetapkan,
tim berhasil
mengidentifikasi pelakunya.
Bagian Tak
Terpisahkan Eijkman
Hingga kini, Dr.
Herawati masih setia berkiprah
di lembagaBiologi

0 Response to "DI KISAH DOKTER "
Post a Comment