Kerap Mandul
Kerap Mandul
Teka-teki sindrom klinefelter mendapatkan penjelasan tersendiri dari Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And, FAACS. Ahli Andrologi ini
memberitahukan bahwa orang dengan
Sindrom Klinefelter umumnya mengalami gangguan produksi hormon testosteron.
Akibatnya fungsi hormon reproduksinya
pun tidak baik dan hampir selalu
mengalami kemandulan atau
infertilitas. Selain itu juga
otot tubuhnya tidak berkembang
dengan baik, imbuhnya.
Prof Wimpie menambahkan penderita Klinefelter
biasanya baru menyadari atau
mengetahui bahwa
dirinya
menderita Klinefelter adalah ketika
timbul masalah infertilitas atau kemandulan. Kebanyakan penderita baru
tersadar menderita kelainan ini
setelah bertahun- tahun menikah
tetapi belum juga dikaruniai
anak atau ketika
. mengalami keluhan-keluhan dalam pertumbuhan tubuhnya,
misalnya adanya pertumbuhan payudara atau memiliki testis dan penis yang sangat kecil.
Padahal
menurut Prof. Wimpie, sindrom
Klinefelter dapat diketahui sebelum
mengalami keluhan-keluhan
seperti itu, yaitu jika
pada waktu masih
kecil penderita Klinefelter sudah
mulai memeriksakan
kromosomnya. "Pengobatan
dengan penyuntikan hormone testosteronepada usia
11-12 tahun akan membantu penderita dalam
perkembangan fisik dan intelegensinya kekuatan dan tulang serta libidonya,"jelasnya. Sayangnya,
penyuntikan testosteron tidak dapat
memperbaiki masalah kemandulannya.
Penambahan hormon testosteron sejak masih
remaja atau sebelum usia 13 tahun
mungkin bisa sedikit
"menyelamatkan" penderitanya. Tetapi perlu diingat, bahwa pemberian
hormon testosteron bukanlah sesuatu
hal untuk
menyembuhkan sindrom
Mengenali Klinefelter
Klinefelter,
tetapi untuk membantu
Dokter Harry Klinefelter menemukan sindrom ini pada
1942. Menurut
penemunya, penyandang klinefelter memiliki ciri-ciri:
• Ram but depan tidak
botak.
• Ku mis atau
janggut ti pis.
• Bahu sempit.
• Dada besar. Dalam beberapa kasus, tidak bisa dibedakan dengan ukuran dada
wanita.
• Pinggul lebar.
• Badan lebih tinggi.
Saat kecil, badan lebih besar daripada
teman-teman seusia
tapi lebih lambat kemampuan merangkak
atau berjalannya.
•Testis kecil. Anak-anak 1-
3 sentimeter kubik dan membesar saat pubertas. Dewasa
mencapai 30 sentimeter kubik (4 x 3 x 2,5 cm).
• Badan lebih tinggi.
Saat kecil, badan lebih besar daripada teman-teman seusia tapi
lebih lambat kemampuan merangkak atau berjalannya.
mengatasi penurunan
kualitas hid up· dan self esteem seseorang, misalnya perkembangan otot
sehingga lebih maskulin, memperbaiki libido, mempertahankan pertumbuhan tulang untuk
tetap baik dan menghilangkan pertumbuhan payudara. Oleh
karena itu, bagi orangtua dengan anak yang memiliki
kelainan kelamin atau
genitalia yang tidak normal,
perlu segera memeriksakan anaknya
kedokter, supaya pengobatan yang tepat dapat
diberikan sebelum terlambat. l!I3
DEPPY MARLINDA
0 Response to "Kerap Mandul"
Post a Comment