EKANAN darah tinggi dapat mengakibatkan masalah kesehatan serius jika tidak dikontrol dengan
JULI 2010 i•I•l:ii§il:ilf.1
EKANAN darah tinggi dapat mengakibatkan masalah kesehatan
serius jika tidak dikontrol dengan
baik. Berbagai
masalah seperti komplikasi gangguan pada mata, gangguan jantung hingga
stroke siap menghadang. Ada berbagai tips yang dapat Anda lakukan agarterhindar
dari komplikasi mematikan ini.
1. Berhentimerokok
Rokok dan
tembakau merupakan faktor risiko
tinggi terjadinya penyakit kronis seperti jantung dan gangguan pembuluh darah
lainnya.
Tips berhenti merokok
B uatlah
daftar a las an mengapa Anda
harus berhenti, baca alasan tersebut setiap hari
sebelum dan sesudah berhenti merokok. Buatlah daftar aktivitas
yang dapat dilakukan jika Anda tidak merokok.
Berhenti merokok pad a situasi tertentu, misalnya sesudah makan, atau saat bersantai, hingga akhirnya Anda
dapat berhenti sama sekali.
Pilihlah satu hari
penuh
Anda benar-benar
berhenti
Ul•J:u#;l3if.l JULI
201 o
merokok, dan
patuhi aturan yang telah Anda buat.
Carilah sahabat untuk
membantu berhenti merokok, mintalah dukungan keluarga dan
teman-teman lain. Tanyalah kepada dokter keluargaatau dokter lain yang Anda
kenal obat atau bentuk lain mirip nikotin
yang dapat membantu mengurangi
ketergantungan terhadap rokok.
2. Pertahankan berat badan ideal Berat badan berlebih sangat berhubungan dengan peningkatan tekanan
darah. Terutamajika BMI (Body Mass Index) di atas 25. Selain itu lingkar
pinggang yang besar juga
berisiko mengalami peningkatan
tekanan darah, peningkatan kadar lemak di dalam darah, diabetes mellitus,
dan gangguan jantung.
Buatlah menu makanan yang aman untuk tekanan darah. Pilih
makanan dengan kadar lemak jenuh
yang rendah, dan kadar gula yang
rendah. Konsumsi buah dan sayuran setidaknya
lima kali dalam sehari, hindari buah dengan kadar
lemak atau gula yang tinggi,
seperti durian. Perhatikan porsi
makanan, setidaknya sepertiga isi piring mengandung protein seperti
ikan, sepertiga mengandung kalori, nasi,
kentang, dan sepertiga meng and u ng sayuran, seperti
bayam, kangkung, wortel, atau jenis lainnya.
Jangan lupa makan, makan
tiga kali sehari
penting untuk membantu mengontrol berat
badan.
Pastikan konsumsi serat yang cukup, sekitar 25-30 mg sehari.
Jenis makanan yang banyak
mengandung
serat
diantaranya sereal, roti
dengan kadar serat tinggi, buah dan sayuran. Adanya serat membantu mengurangi nafsu makan, dan dapat menurunkan kadar
kolesterol
Lakukan
olahraga secara teratur,jika
perlu konsultasikan dengan dokter olahraga Usahakanagar mengonsumsi makanan
dengan kadar kalori tinggi di pagi atau siang hari, agar pada malam hari nafsu
makan Anda tidak
terlalu besar.
Min um air putih yang banyak, sekitar 6-8
gelas perhari, agar terhindar
dehidrasi dan mencegah keinginan makan yang berlebihan.
Hindari minuman yang dapat meningkatkan kadar lemak, misalnya yang banyak
mengandung coklat, gula, atau mengandung
alkohol.
3. Olahraga secara teratur
Aktivitas aerobik
yang teratur dapat membantu mencegah
peningkatan tekanan darah dan menurunkan berat badan serta
mempertahankan berat badan ideal. Selain
itu olahraga juga dapat membantu memperbaiki kondisi penderita diabetes
dan membantu mengurangi
stres. Dengan olahraga jug a
dapat mengurangi kadarkolesterol dalam
darah. Tidak kalah penting, olahraga dapat meningkatkan
energi untuk aktivitas sehari-hari
Olahraga yang dilakukan sebaiknya dilakukan secara teratur, setidaknya
30 menit dalam sehari dan dilakukan setidaknya4 kali dalam
seminggu.Jenis olahraga yang
dilakukan sebaiknya aerobik seperti
berjalan, naik sepeda, atau melakukan
senam aerobik.
4. Batasi konsumsi garam Membatasi konsumsi
garam dapat membantu menurunkan
tekanan
darah. Batas normal
tidak lebih dari
2400 mg/hari. Jika
memungkinkan sebaiknya konsumsi garam kurang dari
1500 mg/hari.
Tip membatasi garam
Hindari
makanan yang diawetkan atau mengalami proses pengolahan, misalnya keju,
makanan yang mengalami proses pendinginan.
Bacalah label yang terkandung dalam makanan
ringan atau makanan lain, berapa
kandungan garamnya. Kurangi penggunaan garam pada makanan,
gunakan bumbu lain yang
dapat meningkatkan cita rasa.
5. Sertakan Kalium dalam diet
Jika kadar kalium dalam darah terlalu rendah, dapat
terjadi peningkatan tekanan
darah.Sertakanmakanan yang banyak
mengandung kalium pada diet Anda. Misalnya saja pisang, susu,
kopi dan kentang. Sebuah penelitian
menemukan bahwa meningkatkan asupan kalium, serat
dan magnesium dapat menurunkan tekanan darah.
6. Kendalikan marah dan stres Saat sedang
marah atau stres, tekanan darah akan meningkat. Jika kondisi
tersebut menetap dalam beberapa waktu, dan tekanan
darah terus menerus meningkat,
dapat terjadi tekanan darah tinggi.
Untuk mengendalikannya, beberapa hal yang dapat dilakukan:
Aturlah waktu dengan optimal, baik saat bekerja atau di
rumah, sehingga semua kegiatan dapat
berjalan teratur.
Buatlah tujuan yang realistis yang dapat diraih.
Lakukan latihan untuk relaksasi dan sempatkan waktu untuk
melakukan relaksasi. rn:3
Dr. GATOT IBRAHIM
JULI 2010 l1le]:ti3;i:tlf.j
~ ETIKA KEDOKTERAN
Menatap Potret Penega~an DisiplinProfesi KEDOKTERAN DI
INDONESIA
11Empat tahun
berlalu sejak lembaga baru
penerrma aduan dugaan
pelanggaran disiplin
profesi kedokteran berdiri.
Namun hingga kini angka pengaduan ke MKDKI masih relatif
rendah. Apa yang
salah?
EKAN terakhir Mei, merupakan saat yang melegakan
bagi A.B Susanto, setelah menanti sekitar dua tahun, akhirnya
putusan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia
(MKDKI) menyangkut pengaduan dugaan pelanggaran disiplin kedokteran atas
kelumpuhan, yang tidak seharusnya dia
derita mendapatkan jawabannya.
Majelis memutuskan
dua dokter yang menangani Budi,
melanggar disiplin profesi. Majelis yang terdiri atas lima orang ini
menilai doktertelah bertindak yang tidak seharusnya,tidak memberikan penjelasan
memadai, seperti soal risiko
yang mungkin dihadapi pasien.
Merekadijatuhi sanksi disiplin
dengan pencabutan Surat Tanda Registrasiselama tiga bulan.
Seperti dikutip dari
Majalah
Tempo, tragedi yang
menimpa Budi berawal dari rasa pegal dan
nyeri di bagian punggung, Oktober
2005. Budi berobat ke sebuah RS swasta di Jakarta. Ternyata dua ruas di
tulang belakang, agak keropos.
Dokter menyarankan Budi
disuntik semen untuk mencegah patah tulang yang dapat
mengakibatkan kelumpuhan.
Bukannya sembuh, seusai operasi, kaki kirinya malah tak bisa
bergerak sama sekali, lumpuh. Budi
berusaha mencari penjelasan dari dokter
dan RS bersangkutan, tapi tak bersambut. Dia lalu mengadukan
nasibnya ke Yayasan Pemberdayaan Konsumen
Kesehatan Indonesia. Aduan itu diteruskan ke Majelis
Kehormatan Disiplin
Kedokteran Indonesia, April
2008.
Keputusan
manis tidak di alami
Prita. Anda tentunya
masih ingat panjangnya alur
kasus yang dialaminya. Pekan kemarin, MKDKI memutuskan dua
dokter rumah sakit yang menangani
Prita sudah menjalankan tugas
sesuai prosedur, tidak melanggar disiplin kedokteran.
Budi dan Prita
adalah contoh pasien yang
mengadukan ketidakpuasan mereka atas pelayanan kesehatanyang mereka
terima kepada MKDKI.Lembaga otonom yang berdiri sejak 2006 silam ini sejatinya
menjadi tempat berlabuh atau mengadu
para pasien yang merasa dirugikan dalam pelayanan kesehatan.
Lama Penanganan Ada beberapa hal yang bisa diteropong
dari dua kasus di atas. Pertama Budi
dan Prita butuh waktu
lama untuk menunggu keputusan
MKDKI. Nasib pengaduan terlihat
luntang lantung
akibat lamanya penanganan. Tak hanya hitungan
bulan, pada kasus Budi baru bisa
terselesaikan dalam hitungan tahun.
Menurut Ketua MKDKI
Dr.
Merdias
Almatsier, SpS(K), lamanya
proses bukan karena MKDKI mengabaikan pengaduan, melainkan semata-mata karena
kompleksitas
masing-masing kasus
maupunjumlah anggotanya terbatas, hanya sebelas orang. Sementara
itu, majelis yang baru berdiri sejak empat tahun silam itu harus
menangani laporan dari seluruh
Indonesia. Pada 2008, ada
19 pengaduan. Setahun
berikutnya pengaduan meningkat menjadi
36 pengaduan. Sampai pertengahan tahun ini
sudah mencapai 16 pengaduan. "Sumber daya
kita memang terbatas sehingga
butuh waktu. Saya sedang mendorong Pembentukan MKDKI Provinsi. Saat ini sudah terbentuk
MKDKI Provinsi Jawa Tengah. Namun terbentur
pada anggaran negara," kata Merdias.
Mengenai lama penanganan pengaduan, perlu diketahui bahwa penanganan pengaduan
dugaan pelanggarandisiplin profesikedokteran di negara lain ada yang
memakan waktu lebih dari dua tahun.
Kesalahan Persepsi
Point lain yang
bisa ditarik dari peristiwa di atas, sanksiMKDKItampak
terlihat «ringan» bila
dibandingkan dengan akibat yang diderita
korban. Sanksi disiplin yang dapat dijatuhkan oleh MKDKI adalah surat
peringatan, pencabutan sementara Surat
Tanda Registrasi (STR)/surat izin
praktik maksimum setahun, diminta
ikut pendidikan dan
pelatihan kembali, atau mencabut STR
selamanya. "Kalau selamanya, ya selesai karier dokter
itu karena dinilai
tidak cocok untuk melakukan praktik
Kedokteran" ujar
Merdias. Sampai saat ini, menurut Merdias, belum ada
STR dokter yang dicabut
selamanya. "Sanksi yang pernah dikenakan
ialah peringatan tertulis,
pencabutan STR sementara dan ada
kewajiban mengikuti
pendidikan," katanya. "Mungkin sanksi disiplin
yang telah dijatuhkan dianggap ringan,
namun bagi dokter yang terkena
sanksi tsb terasa cukup berat
"tambahnya.
Berkaca dari hal
itu, tidak mengherankan bila
timbul anggapan MKDKI seperti menutup
mata akan penderitaan
pasien. Berbagai persepsi miring pun bermunculan, sanksinya yang hanya
bersifat administratif hanya
menguntungkan para dokter dan pasien tidak akan mendapatkan
pertanggungjawaban apapun.
Menganggapi hal itu,
Dr. Merdias menjelaskan
bahwa putusan MKDKI memang untuk kepentingan internal profesi. "Kami tidak berwenang untuk menyelesaikan
sengketa. Kalau untuk ganti rugi bukan kewenangan MKDKI melainkan pengadilan,
begitulah kewenangan yang diberikan
Undang- undang praktik kedokteran," katanya.
MKDKI, Ianjut Dr. Merdiasdibentuk dalam rangka
melindungi masyarakat rnelalui pembinaan para dokter/dokter gigi agar memiliki
kinerja yang baik. MKDKI
hanya berwenang untuk menentukan ada tidaknya pelanggaran
disiplin oleh dokter/dokter gigi
dan bukannya untuk menangani
sengketa antara dokter dan
pasien. ltulah mengapa MKDKI tidak
menangani permasalahanganti rugi yang diajukan pasien/keluarganya.
"Tentu
saja, kami tidak
bisa
memuaskanpasienyangmenginginkan ganti rugi
atau menuntut sang dokter
untuk dpidanakan. ltu
di luar wewenang. Namun jika tujuan aduannya untuk meningkatkan kinerja sang dokter agar tidak terulang dan terjadi
pada orang lain,
di sinilah tempatnya."
Dengan
keterbatasan kewe-
nangan yang dimiliki
institusinya,
Dr Merdias
sedikit mengiyakan hal tersebut sebagai
salah satu penyebab minimnya ketertarikan masyarakat menjadikan MKDKI
sebagai tempat aduan ketidakpuasan pelayanan kesehatan. Disamping memang organisasi yang dipimpinnya
itu masih baru belum populer di
masyarakat.
Bukan Pidana
Pelanggaran
disiplin belum tentu merupakan pelanggaran hukum, tegas Dr. Merdias.
ltulah mengapa Dr. Merdias berpandangan dokter itu dalam melakukan praktik kedokteran seharusnya tidak
bisa dikriminalkan. Bukan bermaksud
membela rekan seprofesinya, hanya Dr. Merdiasmelihat pidana adalah bentuk kejahatan dan ini bukanlah bentuk kejahatan.
"Niat dokter hanya
menolong. Dimana letak
kejahatannya; kekeliruan diagnosis atau terapi
sepanjang mengikuti standar profesi
bukanlah kriminal, kecuali bila
disengaja atau secara jelas
melakukan tindakan pidana seperti pemalsuan dokumen medis,
CAT AT AN
Pengertian
malpraktik, kelalaian, atau kecelakaanmedis dalam dunia kedokteran mulai
tercampur aduk. Untuk membuktikannya juga sulit sebab, dalam dunia
kedokteran, bukan hasil yang dinilai, melainkan proses atau upaya yang
dilakukan dokter. Dr. Merdias menjelaskan pengertiannya masing-masing.
Malpraktik Medis Kekurangan
keterampilan atau kelalaian dokter dalam
melaksanakan asuhan medis
pada pasien yang berakibat langsung cidera atau kerugian
pada pasien. Malpraktik
kriminal (criminal
malpractice) bilamana dokter melakukan tindakan
dengan sengajamengabaikan keselamatan
euthanasia, dan
lain-lainnya. Error is human. Tidak
ada manusia yang tak pernah bikin
error namun tidal semua error merupakan
pelanggaran hukum. "Bila
dipidanakan, penjara bisa pen uh
oleh dokter"
Menganggapi ramainya
tuntutan pidana yang dilayangkan
pasien kepada dokter, menurut
Merdias, sengketa med is sebaiknyadiselesaikan lewat mediasi. Lebih cepat, lebih mu rah biaya prosesnya,
lebih efektif, dan menguntungkan bagi pasien ataupun dokternya." Di
Indonesia mediasi itu dikerjakan
lembaga swadaya masyarakat atau
kantor pengacara. Pemerintahperlu
membentuk lembaga mediasi untuk sengketa medis,
kalau mau lewat jalur
hukum sebaiknya lewat
peradilan perdata saja." katanya.
Menurutnya, tak ada dokter
yang punya niat mencelakai pasien. Karena itu, dia sepakat kasus-kasus dugaan malpraktek
diselesaikan dengan cara mediasi "Kalau ada kelalaian, ya ganti rugi. Kalau dipaksakan dipidana, itu tidak pas". [!'l3
TITIS NURWULAN
SUCIATl/BERBAGAI SUMBER
0 Response to "EKANAN darah tinggi dapat mengakibatkan masalah kesehatan serius jika tidak dikontrol dengan"
Post a Comment