Bab 2
tu tidak ada keajaiban kalau mereka dengan segera berbondon
bondong menyatakan masuk Islam dengan suka dan rela hati
Pada suatu hari Syaikhi Maul
tentang bencana yang melanda di suatu dacrah, maka beliau
mengajak lima orang muridnya untuk meninjau ke sana
Sesampainya di satu tempat yang dituju, beliau berkellingd
membagi-bagikan bantuan/ sedckah kepada mereka yang
ana Malik Ibrahim mendengar berta
menderita.
Setelah itu meneruskan perjalanannya mencari-mencar
barangkalf masth ada masyarakat di dacrah lainnya yang perlu
untuk dibantu.Akhimya beliau sampaílah di satu tempat dimana
manusta berkerumun di sekeliling suatu panggung terbuat dar
tumpukan batu-batu
Diatas panggung batu itu nampak scorang gadis ayu berpakalan
serba puth sedang meronta-ronta ingin melepaskan diri dar
pegangan dua orang lelaki yang bermuka nampak kejam dan
berperawakan kekar sedang dihadapannya berdiri seorang
pendeta tua dengan bertongkat.
Melihat semua itu.., Syaikh Maulana Malik Ibrahim beserta
kelima muridnya pergl mendekat ingin tahu apa yang dikerjakan
oang-orang yang berkerumun itu. Setelah berada di tempat Itu
bellau menanyakan hal itu kepada salah seorang penduduk
dalam rombongan itu
Maka orang itupun menceritakan dengan penjang lebar, bahwa
gadis yang dikenakan pakadan putth-putih hendak dibunuh o
pendeta tua itu perlu dipersembahkan kepada dewata penguasa
hujan. Agar musim kemarau yang panjang iní, diganti dengan
musim hujan
Mendengar cerita itu, Syaikh Maulana Malik Ibrahím hanya
mengangguk-anggukkan kepalanya saja, sedang hatinya be
kejamnya kedlaliman (aniaya) itu, inilah perbuatar
dilakukan mereka yang belum mengenal Tuhan alam seme
Karena demikian suara hatinya, sehingga seolah-olah berde
di telinga belau Sabda Nabt Muhammad S.AW. yang berbun
0 Response to "Bab 2"
Post a Comment