Kemunkaran jilid 2
tidak kuat untuk berjalan, keduanya meringis kesakitan dan
berjongkok dengan memegang kekinyn yang sakit itu
Melihat
dan berkata.: Hai orang asing,' t Apa maksudmu untuk
melakukan semua in. ? scdang sebelumnya kami tidak pernah
mengganggumu
kejadian int.. sang pendeta semakin menjadi maral
aikh Malilk menyahut : Maaf pak tun.., sebenarnya naya tidak
Sy
mengganggu, justru ttu saya bersama keltma muridku ingir
memberikan pertolongan kepada kalian
Sahut pendeta: Pertolongan apa. IKau jangan berlagak seperti
dewa saja. Kemampuan apa yang dapat kau sumbangkan kepada
kami, he..
Kami membutuhkan hujaan.., tuan. I Sahut masyarakat dengan
serentak Setelah mendengar permintaan orang orang ltu, maka
Syaikh Malik mengatakan Insya-Allah akan mengabulkan dan
dengan catatan bila hujan terjadi turun agar membebaskan anak
gadis itu
Mula mula pendeta itu tidak menyetujui perjanjlan itu, tetapt
orang banyak telah menyetujui maka pendeta itu berkata : Kalau
masyarakat menyetujui, batklah.. Tetapi sebaliknya, bila
ternyata kau tidak bísa menurunkan hujan, maka selain anak
gadis ini, kami semua akan membunuhmu bersama kelima
rewangmu itu.
awab Syakh Malik Silahkan.., saya tidak akan menolak
kehendak kalian terhadap kami keenam. Setelah ítu Syaikh Malilk
bersama kelima muridnya melakukan sembahyang sunnah
minta hujan dua raka'at. Baru saja sembahyang dua raka'at dan
khutbah dirampungkan, nampaklah di langit awan hitam
menebal berjalan ke daerah mereka dan saat itu pula turunlah
hujan dengan lebatnya
Horee... ! Sorak orang-orang yang ada disitu karena kegirangan
l'etapi melihat kenyataan itu, pendeta dan kedua pengikutnya
yang setia itu hatinya mendongkol karena iri, sehingga tanpa
berkata-kata lagi mereka bertiga pergi meninggalkan tempat itu.
etelah hujan mereda, semua orang di tempat itu tiba-tiba
dengan serentak bersujud di hądapan Syaikh Malik Ibrahlm
17
0 Response to "Kemunkaran jilid 2"
Post a Comment