PEKERJAAN PASANGAN
E. PEKERJAAN PASANGAN
E.1 . Material
E.1.1 Batu
Batu yang digunakan pada pekerjaan yang ditunjukkan pada
gambar seperti pasangan batu
atau perlindungan rip- rap, harus bersih dan batuan keras,
tahan lama dan baik sesuai
dengan persetujuan Direksi dan bersih dari campuran besi,
noda, lubang, pasir, cacat atau
tidak sempurna. Batu harus diambil dari
(quarry)/sumber-sumber yang disetujui oleh Direksi.
E.1.2 Campuran untuk Pasangan (Mortar)
Jika tidak ditentukan, mortar untuk pekerjaan pasangan batu
harus dibuat dari semen
Portland dan pasir dengan perbandingan volume 1 Pc : 4Ps
atau sebagaimana ditentukan
pada gambar untuk setiap jenis pekerjaan. (Singkatan PC
digunakan untuk Portland Cement,
Ps pasir, Kr untuk kerikil, dalam kode perbandingan suatu
adukan).
Pasir harus sama dengan yang diperlukan untuk pekerjaan
beton, Pasir harus memiliki
gradasi yang baik dan kekasaran yang memungkinkan untuk
menghasilkan campuran yang
baik. Semen harus semen Portland sebagaimana yang dimaksud
dalam spesifikasi ini. Air
harus diberikan dalam jumlah yang cukup / sesuai untuk
menghasilkan campuran yang baik.
Cara dan sarana yang digunakan untuk mencampur haruslah
sedemikian rupa sehingga
jumlah dari setiap material campuran dapat dikontrol dan
ditentukan secara tepat sesuai
dengan persetujuan Direksi. Pengadukan (mixing) tidak
dibenarkan dilakukan dengan
manual, pengadukan harus dilakukan dengan pengaduk mesin
(mixer) untuk mencapai mutu
yang baik.
Tidak ada mata pembayaran tersendiri karena sudah menjadi
satu kesatuan dengan
pekerjaan pasangan batu kali yang dicapai dilapangan dengan
pengesahan dari Direksi
Pekerjaan
E.1.3 Penyimpanan Material
Semen dan pasir untuk mortar harus disimpan di tempat yang
terlindung yang bisa
mempengaruhi sifat-sifat mekanik dan sifat fisik material.
Dan juga harus dilindungi dengan
atap atau penutup lain yang tahan air.
E.2 Pasangan Batu
E.2.1 Ukuran Batu
Terdiri dari pasangan batu kali atau batu gunung dan setiap
batu harus mempunyai berat 6
kg sampai 25 kg, tetapi batu yang lebih kecil dapat
digunakan dengan persetujuan Direksi.
Ukuran maksimum harus mempertimbangkan ketebalan dinding
atau maksimum 2/3 (dua
Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan
Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
58
Spesifikasi Teknis
per tiga) tebal lining /dinding bangunan tetapi yang harus
diperhatikan batas berat seperti
yang disebutkan di atas. Sebagai contoh : batu berukuran 0,20
m x 0,20 m x 0,25 m, akan
mempunyai berat kira-kira 25 kg. atau setara dengan batu
yang mempunyai specific grafity
2,5
Pasangan batu menggunakan adukan 1 Pc : 4 Ps, Satuan
pembayaran adalah harga satuan
meter kubik (m3) .
Untuk pasangan batu di bagian luar diperlukan untuk
menggunakan batu dengan
permukaan datar.
E.2.2 Sandaran dan
Sambungan.
Setiap batu untuk pasangan harus sepenuhnya dibasahi
terlebih dahulu sebelum dipasang
dan harus diletakkan dengan dasarnya tegak lurus terhadap
arah tekanan utama. Setiap batu
harus diberi alas adukan, semua sambungan diisi padat dengan
adukan semen (mortar) pada
saat pekerjaan berlangsung.
Ketebalan mortar tidak melebihi 50 mm lebar, dan tidak boleh
ada batu berhimpit satu sama
lainnya.
Batu pasak tidak boleh disisipkan setelah semua batu selesai
dipasang.
E.2.3 Siaran dan Permukaan.
Perbandingan campuran volume untuk siaran dan permukaan
harus 1 PC : 2 Ps, kecuali
ditentukan lain oleh Direksi. Sambungan di permukaan
pasangan batu terlihat harus rapih.
Mortar pada sambungan untuk pasangan batu pertama-tama harus
dimasukan sedalam tiga
(3) sentimeter. Sambungan diantara batu muka harus dikorek
sebelum adukan mengeras
(atau dibetel untuk pasangan lama). Permukaan batu muka
harus dibersihkan dari semua
mortar setelah pekerjaan siar selesai.
Pekerjaan Siar dan Permukaan dapat dibagi menjadi ;
a. Siar tenggelam (masuk kedalam + 1 cm dari permukaan
batu).
b. Siar rata (rata dengan permukaan batu).
c. Siar timbul (timbul 1 cm, lebar tidak kurang 2 cm)
Kecuali dinyatakan khusus semua pekerjaan siar harus siar
rata.
E.2.4 Plesteran.
Apabila dipermukaan dinding dan lantai dari pasangan batu
yang ada ( existing ) maupun
yang baru harus diplester dengan perbandingan volume 1 Pc :
2 Ps. Pekerjaan plesteran
dikerjakan secara 2 lapis sampai ketebalan 2.4 cm. Apabila
tidak diperintahkan lain pasangan
harus diplester pada bagian atas dari dinding, ujung-ujung
saluran pasangan, dan untuk 0.10
m dibawah tepi atas atau sesuai dengan yang tertera pada
gambar.
Pertemuan pasangan (Plesteran sudut) selebar 8 - 10 cm untuk
bangunan kecil dan 15 cm
untuk bangunan yang besar sedang pada samping rangka pintu
sorong, diplester tegak
Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan
Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
59
Spesifikasi Teknis
selebar 10 cm.
Plesteran juga dilakukan pada alur skot balk. Sebelum pekerjaan
plesteran
dilakukan maka bidang dasar harus dibuat kasar dan bersih.
Pekerjaan plesteran harus rata,
lurus dan halus. Setelah pekerjaan plesteran cukup kering,
kemudian harus dipelihara dengan
siraman air secara rutin.
E.2.5 Proteksi dan Perawatan (Curing).
Struktur pekerjaan pasangan batu pada saat cuaca yang buruk
untuk proteksi dan perawatan
(curing) pada pekerjaan yang telah selesai. Penyedia jasa
harus harus memenuhi persyaratan
yang sama seperti yang ditentukan untuk beton.
Pekerjaan pasangan batu tidak boleh dikerjakan selama hujan
lebat atau hujan yang lama
yang dapat menyebabkan adukan semen (mortar) larut. Mortar
yang telah terpasang dan
larut karena hujan harus dibuang dan diganti sebelum
pekerjaan pasangan batu berikutnya
diteruskan.
E.2.6 . Pemasangan .
Pasangan batu tidak boleh dikerjakan sebelum mendapat
persetujuan dari Direksi mengenai
material bangunan yang akan dipakai, gambar kerja dan metode
kerja serta penyelesaian
pekerjaan pondasi sesuai dengan ketentuan dan syarat yang
ditetapkan dakam spesifikasi ini.
Batu yang akan dipasang, permukaannya harus disiram air
sampai cukup basah sebelum
diberi mortar.
Penyedia jasa harus menuang mortar dengan tebal tidak kurang
3 cm. pada permukaan
tanah pondasi yang telah disiapkan sebelumnya dan tidak ada
genangan air.
Permukaan tanah pondasi harus bersih dari lumpur dan
cacat/rusak akibat penempatan batu,
bila pasangan batu dikerjakan dalam kondisi yang tidak
memenuhi syarat, maka pasangan
batu tersebut harus dibongkar dan dipasang kembali dengan
yang baru. Setelah pondasi
dipersiapkan dengan baik, biaya akibat dari kejadian ini
menjadi tanggung jawab Penyedia
jasa.
Pemasangan untuk pekerjaan pasangan batu harus dikerjakan
secara manual/ dengan
tangan dan setiap batu harus sepenuhnya diselimuti mortar
sehingga seluruh rongga
sambungan diantara batu terisi mortar.
Pasangan batu tegak atau miring harus diberi lubang / pipa
drainase untuk setiap 2 (dua) m2,
kecuali ditentukan lain dalam gambar kerja atau Direksi
pekerjaan. Pemasangan pipa wheep
hole diatas harus mengikuti ketentuan dan syarat dalam
spesifikasi ini.
Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan
Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
60
Spesifikasi Teknis
F. PEKERJAAN PERKUATAN
F.1. Geotextile Non Woven
Lapisan permeable untuk mengurangi daya angkat ( uplift )
dari bawah dan meminimalisir
gerusan lokal, dipasang satu lapisan dengan hamparan
geotextile type nonwoven.
Sambungan geotextile yang satu dengan yang lainnya harus
disambung dengan extruder
geotextile. Ketebalan dan getas geotextile nonwoven diajukan
dalam bentuk Mill Certificate
dari pabrik dan disetujui Direksi pekerjaan. Hamparan tanah
asli yang akan dihampar
Geotextile sebelumnya diratakan terlebih dahulu,dan apabila
pada daerah pemasangan
tertentu diperlukan kemiringan khusus, maka level tersebut
sudah diketahui dan disetujui
Direksi pekerjaan. Spesifikasi geotextile adalah sebagai
berikut :
Mechanical
Grab Tensile Strength
Grab Elongation
Puncture Strength
Mullen Burst
Trapezoidal Tea
Hydraulic
Apparent Opening Size (AOS)
Permittivity
Permeability
Water Flow Rate
Endurance
UV Resistance
(% retained after 500 hours)
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
556 X 556 N
21%
556 N
2068 kPa
290 X 290 N
0.850 – 0.600 mm
0.23 sec-¹
0.010 cm/sec
1060 lpm/m²
90%
Volume untuk dasar mata pembayaran dalam pekerjaan ini
adalah unit price dalam meter
persegi M² yang akan dimasukkan dalam mata pembayaran
pekerjaan Geotextile
berdasarkan kemajuan pekerjaan yang dicapai dilapangan
dengan pengesahan dari Direksi
Pekerjaan.
F.2. Bronjong (Gabion)
Dimana yang ditunjukkan di gambar, Penyedia jasa harus
membuat bronjong dan
ditempatkan dalam keadaan seperti yang dijelaskan dibawah
ini :
Batu-batu untuk bronjong harus seperti yang ditetapkan dalam
pasal E.2.1 (Ukuran Batu)
dengan ukuran tidak kurang dari 15 cm dan tidak lebih dari
25 cm. Batu yang digunakan
dipilih bundar (tidak pipih).
Rehabilitasi dan Optimalisasi Saluran Induk Tarum Timur dan
Sistem Bangunan Bagi Bugis di Kabupaten Subang – Jawa Barat
61
Spesifikasi Teknis
kotak bronjong dan lapisan/susunan harus memiliki batas
pemisah bagian dalam dengan
bahan anyaman kawat dan bentuk yang sama. Batasi pemisah
ditempatkan sedemikian rupa
sehingga bantalan membentuk ukuran 2 m x 0,50 m. Hubungan
antara bronjong atau matras
akan terikat erat dengan kawat di ujung sehingga satu
kesatuan.
Bronjong dinding penahan harus ditempatkan pada
bagian-bagian yang bersinggungan
dengan tanah diberi lapisan dari serat kelapa (ijuk).
Pengerjaan bronjong tersebut harus
sesuai dengan Standar Nasional Indonesia PBUI 1982. Jika
bronjong ditempatkan pada
lapisan filter harus dilakukan dengan hati-hati untuk
mencegah kerusakan kawat. Bronjong
harus diikat erat ke kawat secara berdampingan sepanjang
tepi.
Ukuran bronjong seperti yang ditunjukkan pada Gambar atau
diperintah oleh Direksi, dengan
mesh membentuk.
Ukuran bronjong seperti yang ditunjukkan pada Gambar atau
diperintah oleh Direksi, dengan
bentuk jala segi 6 tidak beraturan berjarak 13-15 cm. dan
pinggir jala disekitar lilitan harus
terdiri dari tiga ikatan. Kecuali ditentukan lain oleh
Direksi, maka ukuran kawat yang
digunakan adalah 5 mm untuk tulangan tepi, diameter 4 mm
untuk keranjang bronjong dan
2,1 mm. untuk ikatan, kekuatan tarik 4220 kg/cm2.
F.3. Pemancangan Sheet Pile
Sheet pile dipasang sebagaimana yang ditunjukkan dalam
gambar, dimana sambungan sheet
yang satu dengan lainnya harus terkunci rapat,kokoh. Setiap
pemasangan / pemancangan
harus di verticallity untuk memastikan sheet piles tersebut
tegak lurus dan permukaan sheet
piles sebelum dipasang / dipancang harus di coating. Sebelum
pengiriman material, penyedia
jasa harus menunjukkan spesifikasi bahan sheet piles
tersebut dari pabrik yang telah disetujui
Direksi pekerjaan.
Spesifikasi Sheet Piles Type OT :
0 Response to "PEKERJAAN PASANGAN "
Post a Comment